Senin, 27 Maret 2017

Rakor UPK Ajang berbagi ide

Pekan baru, rapat koordinasi pengurus asosiasi Unit Pengelola Kegiatan Propinsi Riau merupakan kegiatan rutin yang sudah disepakati sebagai agenda pengurus dalam menjaga dan menjalankan roda organisasi. Selain menjadi ajang silaturahmi antar sesama pengurus, rapat koordinasi juga menjadi arena untuk saling berbagi ide dan pemikiran.

Semangat untuk menjaga dan melestarikan dana perguliran mengharuskan pengurus UPK untuk terus mengembangkan diri dengan  menggali dan menciptakan peluang peluang usaha, sembari tetap berpegang teguh pada prinsip pemberdayaan masyarakat.

Setelah dilakukan diskusi panjang dalam 5 sesi, yang diisi dari berbagai narasumber, diantaranya Dinas PMD Bangdes Propinsi Riau, Tenaga Ahli program P3MD, Kepala Cabang BTN Riau dan juga narasumber dari Ketua Asosiasi, serta presentasi Good practice pelaksanaan pengembangan usaha yang dikelola oleh UPK, terlihat benang merah solusi produktif yang dapat menjadikan UPK kembali beragirah dalam melakukan aktifitasnya.

Keaktifan serta sumbangsih ide peserta rakor menjadi penting mengingat dalam 2 tahun terakhir seolah terjadi kekosongan pendampingan, pembinaan dan bahkan dibeberapa daerah seolah kehilangan arah, sehingga tidak sedikit UPK yang akhirnya macet dan  bahkan gulung tikar karena tidak mampu lagi menopang biaya operasionalnya.

Namun dengan semangat pemberdayaan, pengurus asosiasi UPK terus berupaya merangkul dan bahu membahu dengan seluruh pengurus UPK di Riau agar tetap terjalin komunikasi sehingga diharapkan mampu membantu teman teman UPK yang sedang dalam kondisi tidak sehat.

Selain ajang untuk berbagi ide dan pemikiran, rakor kali ini juga menelurkan rencana rencana strategis terkait langkah pengembangan usaha dan penguatan kelembagaan UPK dimasa mendatang.

Meskipun masih ada pihak yang memandang sebelah mata terhadap pelaksanaan rakor Asosiasi UPK Riau, namun tidak menyurutkan langkah UPK untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan tetap berupaya untuk berperan aktif sebagai salah satu agen perubahan.







Senin, 06 Maret 2017

Mencari staff ideal buat UPK

Dewasa ini kita sering disuguhi dengan berita tentang semakin sedikitnya lapangan kerja yang ada ditengah masyarakat, sehingga angka angkatan kerja yang belum tertampung ditambah lagi dengan pertumbuhan angkatan kerja baru menjadi penyebab pengangguran semakin meningkat, bahkan tidak jarang terdengar adanya perusahaan yang melakukan rasionalisasi karyawan sehingga makin membuat angka pengangguran membubung tinggi.

Terkait hal tersebut, disamping melihat kondisi  yang ada dimasyarakat dan mendengar berbagai permintaan dari berbagai kalangan masyarakat, maka pengurus UPK DAPM KUBERI Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau membuka kesempatan kepada putra putri terbaik untuk ikut berkarya memajukan lembaga yang dimiliki oleh masyarakat se Kecamatan Singingi Hilir. 

Diawali dengan sosialisasi melalui Musyawarah Antar Desa, kemudian bekerja sama dengan Pemerintah Desa dalam penyebaran informasi terkait jadwal seleksi penerimaan, kualifikasi, dan persyaratan lain yang harus dipenuhi calon peserta seleksi. 

Melihat besarnya animo calon peserta yang mendaftar menandakan bahwa lembaga UPK KUBERI sudah mendapatkan tempat dan perhatian dimasyarakat. Namun demikian UPK KUBERI tetap berbenah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

Setelah melalui proses yang cukup panjang maka tibalah saatnya pelaksanaan seleksi, dari 14 orang yang terdaftar terdapat satu peserta yang tidak hadir. Ada hal yang cukup menarik dalam seleksi, yakni ternyata lebih dari setengah peserta yang mengikuti seleksi berpendidikan Strata 1 alias Sarjana, padahal yang dibutuhkan hanya staff  dengan pendidikan minimal SLTA sederajat. Hal ini cukup membanggakan sekaligus memberikan motivasi dan harapan bagi UPK bahwa kedepannya akan semakin berkembang serta lebih profesional.

Harapan tinggi layak disematkan kepada UPK setidaknya dalam hal profesionalitas dan kinerja, meski sebuah kesuksesan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor SDM semata tetapi juga banyak faktor lain, namun demikian harapan itu tetap masih ada dan terbuka seluas luasnya selama semua unsur saling bahu membahu dan memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi sehingga tujuan menyejahterakan  dan memberdayakan masyarakat melalui UPK bukan hanya sebatas harapan tapi kenyataan.