Pekan baru, rapat koordinasi pengurus asosiasi Unit Pengelola Kegiatan Propinsi Riau merupakan kegiatan rutin yang sudah disepakati sebagai agenda pengurus dalam menjaga dan menjalankan roda organisasi. Selain menjadi ajang silaturahmi antar sesama pengurus, rapat koordinasi juga menjadi arena untuk saling berbagi ide dan pemikiran.
Semangat untuk menjaga dan melestarikan dana perguliran mengharuskan pengurus UPK untuk terus mengembangkan diri dengan menggali dan menciptakan peluang peluang usaha, sembari tetap berpegang teguh pada prinsip pemberdayaan masyarakat.
Setelah dilakukan diskusi panjang dalam 5 sesi, yang diisi dari berbagai narasumber, diantaranya Dinas PMD Bangdes Propinsi Riau, Tenaga Ahli program P3MD, Kepala Cabang BTN Riau dan juga narasumber dari Ketua Asosiasi, serta presentasi Good practice pelaksanaan pengembangan usaha yang dikelola oleh UPK, terlihat benang merah solusi produktif yang dapat menjadikan UPK kembali beragirah dalam melakukan aktifitasnya.
Keaktifan serta sumbangsih ide peserta rakor menjadi penting mengingat dalam 2 tahun terakhir seolah terjadi kekosongan pendampingan, pembinaan dan bahkan dibeberapa daerah seolah kehilangan arah, sehingga tidak sedikit UPK yang akhirnya macet dan bahkan gulung tikar karena tidak mampu lagi menopang biaya operasionalnya.
Namun dengan semangat pemberdayaan, pengurus asosiasi UPK terus berupaya merangkul dan bahu membahu dengan seluruh pengurus UPK di Riau agar tetap terjalin komunikasi sehingga diharapkan mampu membantu teman teman UPK yang sedang dalam kondisi tidak sehat.
Selain ajang untuk berbagi ide dan pemikiran, rakor kali ini juga menelurkan rencana rencana strategis terkait langkah pengembangan usaha dan penguatan kelembagaan UPK dimasa mendatang.
Meskipun masih ada pihak yang memandang sebelah mata terhadap pelaksanaan rakor Asosiasi UPK Riau, namun tidak menyurutkan langkah UPK untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan tetap berupaya untuk berperan aktif sebagai salah satu agen perubahan.
Semangat untuk menjaga dan melestarikan dana perguliran mengharuskan pengurus UPK untuk terus mengembangkan diri dengan menggali dan menciptakan peluang peluang usaha, sembari tetap berpegang teguh pada prinsip pemberdayaan masyarakat.
Setelah dilakukan diskusi panjang dalam 5 sesi, yang diisi dari berbagai narasumber, diantaranya Dinas PMD Bangdes Propinsi Riau, Tenaga Ahli program P3MD, Kepala Cabang BTN Riau dan juga narasumber dari Ketua Asosiasi, serta presentasi Good practice pelaksanaan pengembangan usaha yang dikelola oleh UPK, terlihat benang merah solusi produktif yang dapat menjadikan UPK kembali beragirah dalam melakukan aktifitasnya.
Keaktifan serta sumbangsih ide peserta rakor menjadi penting mengingat dalam 2 tahun terakhir seolah terjadi kekosongan pendampingan, pembinaan dan bahkan dibeberapa daerah seolah kehilangan arah, sehingga tidak sedikit UPK yang akhirnya macet dan bahkan gulung tikar karena tidak mampu lagi menopang biaya operasionalnya.
Namun dengan semangat pemberdayaan, pengurus asosiasi UPK terus berupaya merangkul dan bahu membahu dengan seluruh pengurus UPK di Riau agar tetap terjalin komunikasi sehingga diharapkan mampu membantu teman teman UPK yang sedang dalam kondisi tidak sehat.
Selain ajang untuk berbagi ide dan pemikiran, rakor kali ini juga menelurkan rencana rencana strategis terkait langkah pengembangan usaha dan penguatan kelembagaan UPK dimasa mendatang.
Meskipun masih ada pihak yang memandang sebelah mata terhadap pelaksanaan rakor Asosiasi UPK Riau, namun tidak menyurutkan langkah UPK untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan tetap berupaya untuk berperan aktif sebagai salah satu agen perubahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar